Aku tak apa

Gambar
  Disana ada yang sedang bercengkrama dengan cerita Disana juga ada yang sedang merakit cerita Disini dalam hati tertawa ria entah gimana cara Dan sebentar lagi semua cerita benar akan bebas dalam tawa Renungan, tempat sunyi Rehat jeda dan tanpa suara Berbagi di suasana untuk menata hati Semua akan tersedia dalam cerita yang bermakna Ya, aku benar tak apa Gundah canda tawa masih tertera, Tanpa bersuara, berkata dan pasti akan menjadi rasa Yang mana semua itu tersimpan untuk kita Di tempat ini kunikmati dengan kesendirian Hanya perasaan damai dalam kesunyian Tapi sendiri bagiku tak berarti sepi

Tentangmu

 


 Tulisan ini saya dedikasikan kepada seseorang yang cukup berpengaruh dalam perjalanan hidup ini, tanpa menyebutkan namanya dengan segala hormat saya ucapkan terima kasih banyak.

 

Kamu hadir,

Disaat saya sedang berada di ujung persimpangan dan hampir menyerah akan segala pencapaian dan cita-cita, dimana kondisi saya saat itu sudah benar-benar bingung untuk menyelesaikannya di penghujung semester itu atau harus menyelesaikannya di semester depan. Namun, seakan-akan Tuhan memberikan pertolongan terbaiknya, Dia tau apa yang sedang saya butuhkan saat itu. Waktu berjalan terasa amat cepat walau perkenalan kita hanya singkat, memang saya yang salah karena belum benar-benar siap untuk menyambutmu dengan baik saat itu. Dan hingga sekarang pun saya tak pernah tau kapan akan benar-benar siap atas kedatanganmu. 

Saat itu selain ilmu saya yang sangat kurang juga menanggung hidup sendiri pun belum terasa mampu, perbedaannya tak terlalu jauh dengan yang sekarang. Namun, setidaknya kini saya sudah cukup mampu menopang kehidupan sendiri, sedangkan ilmu masih tetap mencari dan menambah dari berbagai sumber dan berangsur-angsur memperbaiki diri ini. Karena pada akhirnya saya menyadari bahwa diri ini masih jauh dari kata baik, apalagi untuk parameter orang sebaik kamu. Apalagi suatu saat nanti saya akan menjadi seorang pemimpin, tidak layak rasanya jika seorang pemimpin tidak lebih baik dari orang yang dipimpin nantinya. Jika pemimpinnya tidak bisa memberi contoh yang baik bagaimana dengan nasib orang-orang yang dipimpinnya kelak.

Kehadiranmu,

Tak dibayangkan, direncanakan, bahkan hingga di realisasikan untuk berkenalan, bertemu saja belum pernah apalagi untuk saling kenal. Awalnya hanya melihat beberapa kali di story teman dan sempat menanyakan siapa kamu, namun tak berharap hingga berkenalan dan sudah pada prinsipnya saat itu sedang tak ingin mengenal siapapun terlampau dekat. Qodarullah ternyata Allah mempercepat perkenalan tersebut, bisa berkenalan dengan orang sehebat dirimu bahkan tak pernah terlintas sedikit pun dipikiran jika bisa akrab dan berdiskusi banyak hal denganmu. Namun menurut saya ini adalah sebuah kesalahan, kalau kata bung fiersa mungkin "waktu yang salah". Tetapi saat itu kamu berhasil mengubah pola pikir dan cara pandang saya melalui berbagai kritik dan saran yang sangat logis.

Awalnya biasa saja, setelah membaca tulisan-tulisanmu dan juga beberapa referensi serta catatan-catatan kajian yang kamu share kepada saya, sepertinya saya mulai tertarik untuk mendiskusikan lebih banyak hal lagi, bukan hanya perihal ilmu kehidupan saja tapi juga ilmu akhirat, maupun bagaimana sikap dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Semua hal yang di diskusikan olehmu selalu menarik bagi saya, namun ada satu topik yang hingga kini tertanam dengan baik dalam ingatan saya, yaitu tentang wanita dan pria. Banyak sekali bahasan tentangnya, bukan sekedar definisi, perbedaan, kewajiban, bahkan hingga batasan-batasannya.

Darimu,

Banyak sekali hal dan pelajaran yang dapat saya ambil dari perkenalan kita yang tak pernah bertemu ini, kamu memberikan banyak energi positif yang di transfer kepada saya. Bukan hanya memberikan penjelasan saja, tetapi kamu juga mencontohkannya di setiap aktivitasmu dan menurut saya itulah yang saya butuhkan saat itu untuk memahami segala halnya. Dulu sekali ada banyak orang yang memberikan penjelasan tapi tidak mereka contohkan dan itu membuat saya menyepelekannya, karena apa yang dijelaskan tak pernah sesuai dengan perbuatannya. Jadi saya merasa kamu adalah orang yang berbeda, karena semua yang diucap dan diperbuat sudah sinkron dengan kenyataannya.

Blog ini adalah salah satu hal yang saya pelajari darimu, setelah melihat tulisan-tulisan di blogmu saya menjadi tertarik untuk membuatnya juga, bukan hanya untuk melatih kreativitas dalam menulis tetapi juga sebagai media mencurahkan segala isi pikiran yang ada sehingga otak dan pikiran menjadi lebih ringan. Dan hal terakhir yang saya pelajari darimu adalah tentang batasan dan mengikhlaskan. Tak perlu risau, saya paham atas semua tindakanmu terhadap saya karena itu memang dapat memudahkan kita dan untuk kebaikan kita kedepannya.

Untukmu,

Terimakasih atas segala hal yang telah disampaikan dan diberikan, mungkin takdir memang harus bertindak semestinya untuk hamba yang sangat baik sepertimu. Jika memang kita tak pernah di takdirkan untuk berjalan bersama, saya harap kita bisa tetap berteman baik. Dan tulisan ini anggap saja bahwa ini adalah pesan dari teman baikmu yang menjadi kenangan penuh kesan yang baik. Semoga kamu selalu dalam perlindungan Allah dan dipertemukan oleh orang yang sangat baik atau bahkan ditemukan oleh orang yang teramat baik karena kamu adalah sosok terbaik yang pernah saya kenal. Baik sekali Tuhan mempertemukan orang sepertimu dengan saya yang seperti ini.

Ada satu tambahan pesan darimu yang masih lekat di dalam pikiran saya “niatkan karena tujuannya, bukan karena orangnya” dan kalimat inilah yang masih saya pegang hingga sekarang sebagai pengingat saat berjuang.

"Memang singkat, namun sangat berkesan"

Dari orang biasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sendiri

Bersamaku