Aku tak apa

Gambar
  Disana ada yang sedang bercengkrama dengan cerita Disana juga ada yang sedang merakit cerita Disini dalam hati tertawa ria entah gimana cara Dan sebentar lagi semua cerita benar akan bebas dalam tawa Renungan, tempat sunyi Rehat jeda dan tanpa suara Berbagi di suasana untuk menata hati Semua akan tersedia dalam cerita yang bermakna Ya, aku benar tak apa Gundah canda tawa masih tertera, Tanpa bersuara, berkata dan pasti akan menjadi rasa Yang mana semua itu tersimpan untuk kita Di tempat ini kunikmati dengan kesendirian Hanya perasaan damai dalam kesunyian Tapi sendiri bagiku tak berarti sepi

Hujan

 

 


Hari ini, untuk yang ke sekian kalinya aku bertegur sapa dengannya. Di penghujung tahun ini entah itu pada pagi hari maupun sore hari  aku semakin sering berjumpa dengannya. Tak pernah sekali pun aku menghindari perjumpaan ini, namun aku harus memakai beberapa perlengkapan untuk berjumpa dengannya. Bukan tak ingin bersentuhan secara langsung dengannya, namun di kala pandemi seperti ini aku harus tetap menjaga jarak dengannya demi mempertahankan daya tahann tubuhku yang lemah ini agar esok harinya kami dapat berjumpa kembali.

Aku senang ketika hujan mulai datang bahkan menurutku bukan hanya aku saja yang senang, melainkan semesta pun turut berbahagia menyambutnya datang. Bersamaan dengan turunnya hujan, karunia yang Maha Kuasa pun ikut menyertainya, karena itulah sumber dari segala kehidupan. Tetapi mengapa tak sedikit dari ras manusia ada yang kurang suka dengan kedatangannya, bahkan ada yang menyebutnya penyebab banjir, macetnya jalanan hingga penyebab penyebaran penyakit dan berbagai hal lainnya yang mereka keluhkan.

Menurutku, mereka tak paham maksud dari datangnya hujan. Mereka hanya melihat dari sisi egois dirinya  saja dan menutup mata akan kebaikan yang diberikannya. Setiap harinya ku lalui setiap sudut kota selama dua jam perjalanan di pagi dan sore hari, ketika hujan datang aku sangat bahagia, pepohonan berkilau hijau daunnya, tanah yang kering menjadi basah, angin menderu bersamaan turunnya air, dan banyak pedagang jas hujan di setiap lampu lalu lintas, halte, hingga pinggir jalan sekalipun. Begitu syahdu ketika hujan turun memberikan banyak manfaat bagi makhluk hidup, bahkan makhluk hidup yang sering mencacinya. Berkat turunnya hujan mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk melangsungkan hidup dan menafkahi keluarganya. Dan bukan hanya itu, pasti masih banyak hal lainnya yang memberikan manfaat bagi kehidupan.

Kurang lebihnya seperti itulah menurutku, bagaimana dengan kalian?

 

"Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan,"

"Allahumma shoyyiban nafi'an"

Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat

(HR. Bukhari No. 1032) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu

Sendiri

Bersamaku