Aku tak apa

Gambar
  Disana ada yang sedang bercengkrama dengan cerita Disana juga ada yang sedang merakit cerita Disini dalam hati tertawa ria entah gimana cara Dan sebentar lagi semua cerita benar akan bebas dalam tawa Renungan, tempat sunyi Rehat jeda dan tanpa suara Berbagi di suasana untuk menata hati Semua akan tersedia dalam cerita yang bermakna Ya, aku benar tak apa Gundah canda tawa masih tertera, Tanpa bersuara, berkata dan pasti akan menjadi rasa Yang mana semua itu tersimpan untuk kita Di tempat ini kunikmati dengan kesendirian Hanya perasaan damai dalam kesunyian Tapi sendiri bagiku tak berarti sepi

Mengagumi

 


  “Hari ini, biarkan dirimu berhenti sejenak. Mengheningkan jiwa dan raga untuk kisah lama yang terhenti atau terpaksa diakhiri. Bukan karena tidak adanya perjuangan, barangkali ada alasan yang lebih baik untuk memulai lembaran baru. Keberhakan diri untuk lebih bahagia, dan memang sudah seharusnya tidak terpaut pada sesuatu sebelum masanya.

Ada jutaan jiwa yang tersandera oleh perasaannya, berpikir bahwa menaruh rasa itu hal yang biasa dan layak bagi semua orang. Benar, tapi tidak sebelum waktunya. Memulai perjalanan yang baik itu harus dibekali dengan yang baik-baik, untuk semua perjalanan menuju kebaikan, bukan hanya pada pernikahan”

Tidak ada yang salah dalam mengagumi, tidak ada yang salah dari menyukai. Semua akan salah jika kamu mulai membuka hati ketika bukan saatnya, lalu menjadi angan-angan. Kasihan untuk keduanya, memikirkan dan mengurung hati padahal bukan saatnya dan belum tentu takdirnya. Akan lebih baik jika saling menjaga saja, rumitnya hati saat rindu yang tertahan karena belum ada ikatan yang sah.

Setiap darimu tidak akan pernah tahu di persimpangan mana akan bertemunya antara harap juga doa yang dilangitkan, juga tidak akan pernah tahu di tempat mana akan bersemainya doa. Tahukah kamu bahwa setiap doa akan ada tempat terbaik untuk dikabulkan? Karena sebenarnya, doa itu adalah kebaikan untuk setiap yang memohon, ia begitu dahsyat bahkan bisa mengalahkan akal logika.

Persimpangan doa, akan dipertemukan pada siapa yang sudah siap menerima, oleh siapa yang sudah mampu memikulnya, dan menjalankannya dengan baik. Bukan melulu soal pencarian sebagian jiwa, tapi lebih dari itu. Persimpangan doa akan membawa pesan tersendiri, bagaimana dengan diberinya kamu kebahagiaan, kamu mampu untuk lebih bersyukur dan lebih menerima dengan penerimaan yang baik. Jika ternyata kamu baik menjalaninya, akan ada persimpangan doa lain yang akan menyapamu, ia adalah bagian dari mimpi yang pernah kamu minta dengan pengharapan agar dikabulkan-Nya.

“Di persimpangan doa, kamu akan dipertemukan pada ia yang sama-sama memohon untuk satu tujuan kebaikan. Di situlah, ia akan berbagi cerita denganmu tentang bagaimana ia bisa sampai pada persimpangan ini. Dipertemukan denganmu, tidak bisa diterka tapi semuanya nyata.”

Teruslah berdoa pada setiap apa yang kamu inginkan dan citakan. Karena jika saatnya tiba, kamu akan menemukan persimpangan doamu sendiri. Untuk kebaikanmu juga sekelilingmu.

Nafsu itu jika dibiarkan akan memaksamu untuk melakukan sesuatu yang kamu sendiri tidak siap dengan risikonya, dia sering merusak tujuan baikmu dengan halus dan lembut. Maka beruntunglah mereka yang bisa memenjarakan nafsunya, tidak patuh pada setiap keinginan hawa nafsunya.

Sebab langit tidak akan pernah sebercanda manusia pada perasaannya. Sekiranya sudah lelah dengan apa yang diusahakan, jangan dulu mundur dan berganti pilihan. Barangkali memang usaha kita yang terlalu minim untuk mendapatkannya, atau memang kita yang sudah salah niat sedari awal. Selama masih bisa diperbaiki jangan dulu beli yang baru. Jika memang sudah benar-benar dicoba dan dikerahkan semua tenaga tapi hasil tetap tidak berada dalam pelukan, tidak apa untuk mundur dan mencoba rencana kedua, seterusnya sampai Tuhan memberikan takdir jawaban yang pas untuk kita. Toh, manusia memang tugasnya berusaha, bukan menentukan hasil.

 

~Menenangkan Diri~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu

Sendiri

Bersamaku