Aku tak apa

Gambar
  Disana ada yang sedang bercengkrama dengan cerita Disana juga ada yang sedang merakit cerita Disini dalam hati tertawa ria entah gimana cara Dan sebentar lagi semua cerita benar akan bebas dalam tawa Renungan, tempat sunyi Rehat jeda dan tanpa suara Berbagi di suasana untuk menata hati Semua akan tersedia dalam cerita yang bermakna Ya, aku benar tak apa Gundah canda tawa masih tertera, Tanpa bersuara, berkata dan pasti akan menjadi rasa Yang mana semua itu tersimpan untuk kita Di tempat ini kunikmati dengan kesendirian Hanya perasaan damai dalam kesunyian Tapi sendiri bagiku tak berarti sepi

Empat Pagi

                 

Sebelum memulai aktivitas harian yang normal seperti berangkat bekerja di pagi hari sekitar pukul enam, saya biasa meluangkan beberapa waktu di pagi hari. Namun kali ini tak seperti biasanya yang terjaga hingga subuh menjelang ataupun hingga sinar mentari terbit, hari ini saya lalai dan tanpa disengaja terlelap kembali di sela-sela waktu menuju subuh seusai melakukan beberapa rutinitas. Saat terlelap, saya mendapati bunga tidur yang sedikit aneh dan mengejutkan seperti hal yang nyata sehingga akhirnya saya sontak terbangun kembali pada pukul empat pagi, terbangun tiba-tiba seperti itu sangat tidak menyenangkan karena kepala menjadi terasa sedikit pusing belum lagi disertai rasa terkejut, bingung, dan khawatir akan hal yang di alami.

Saya merasa khawatir bahwa ini merupakan kesalahan saya yang terlalu berlebihan dalam hal yang belum pantas dan tidak pantas untuk di angan-angankan sekarang. Sebab beberapa pendapat menyatakan bahwa bunga tidur atau mimpi adalah refleksi pikiran dalam memori otak dibawah alam sadar diri kita yang diam-diam kita simpan dalam-dalam. Saya cukup bingung mengapa bisa saya mendapati hal tersebut, apakah saya terlalu berlebihan terhadapnya sehingga hal itu muncul hingga ke alam bawah sadar saya?

Namun dalam islam juga menyebutkan bahwa mimpi dapat berasal dari dua sumber, yang pertama menandakan sebuah petunjuk dari Allah swt, dan yang kedua mungkin itu semua berasal dari tipu daya syaithon. Sesungguhnya jika itu semua adalah petunjuk dari Allaah swt maka saya hanya menginginkan agar diri ini dapat menerima dengan ikhlas apapun yang telah Allaah swt takdirkan dan saya berharap diri ini bisa terus memulai untuk mencintai Rabb nya secara utuh. Namun, jika mimpi tersebut memang datangnya dari syaithon maka saya berdoa agar setiap ikhtiar dan perjuangan yang saya lakukan saat ini dapat mendekatkan saya lebih dekat lagi kepada Allaah swt dan mendapatkan jalan yang terbaik, karena sesungguhnya syaithon tidak akan ridho’ jika kita semakin mendekati jalan yang Allaah swt ridhoi.

Harapan saya untuk saat ini, jika memang mimpi tersebut adalah takdir terbaik dari Allaah swt untuk saya semoga Allaah swt memberikan saya pengganti yang sama baiknya atau bahkan yang terbaik bagi saya menurut pilihan-Nya, InsyaAllaah saya ikhlas menerima apapun yang memang sudah di takdirkan untuk saya. Karena saat ikhtiar terbaik sudah dilakukan namun akhirnya tak sesuai dengan apa yang kita harapkan itu adalah takdir (hak prerogatif Allah swt) semoga kita tak menjadi orang yang memberhalakan ikhtiar.

Dan hal yang harus saya lakukan saat ini adalah kembali menyusun Life Goal, Life Plan, dan tentunya Action Plan. Memulai kembali untuk menempatkan hal-hal seperti biasa saja tak perlu berlebihan apalagi soal rasa dan harap kepada makhluk, karena hanya kepada Allaah swt lah semestinya tempat kita menaruh semua hal-hal yang berlebihan tersebut. Semoga apa yang kita ikhtiarkan kelak berdasarkan apa yang kita tuju, bukan siapa yang kita tuju. Pikirkan sekali lagi apa tujuannya.

 

“Sebab apapun yang kita tujukan kepada Allaah swt akan menghilangkan segala ke khawatiran yang kita miliki dan InsyaAllaah Ridho’ Nya akan menyertai setiap langkah yang kita pilih”
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu

Sendiri

Bersamaku