Aku tak apa
Perjalanan itu melelahkan, meski tujuan dari perjalananmu adalah hiburan tetap ia akan melelahkan. Kamu akan berpisah dengan yang kamu tinggalkan, dan kalaulah kamu bertemu dengan seseorang yang baru, nanti juga akan berpisah jika sudah waktunya pulang.
Tapi begitulah manusia, kita semua pasti akan melakukan perjalanan. Dan seharusnya kita paham bahwa perjalanan itu mengajarkan kita soal menghargai sebuah pertemuan dan mengikhlaskan semua yang akan hilang. Karena semua yang ada di dunia ini pasti akan berpisah, cepat atau lambat.
Terkadang seseorang akan pulih dan sembuh dari luka hatinya itu dengan menyendiri, berbicara pada hatinya "mau sampai kapan akan terus sakit begini?"
Ia benar-benar tidak butuh teman bercerita dan berbagi, ia hanya butuh pergi berdua saja dengan hatinya. Menyendiri itu adalah obat bagi sebagian orang. maka jika ada yang butuh waktu untuk menyendiri, berikanlah. Mungkin ia sedang ingin mendamaikan dan merapihkan hatinya, menyembuhkannya dari kecewa atau menyambungkan apa yang baru saja patah.
Kamu tidak akan pernah bisa menanggung beban penderitaan dan sakit dari masa lalu atau masa depan. Sebab masa lalu tidak bisa kamu ulangi dan masa depan tidak bisa kamu terka. Yang sebenarnya kamu derita itu adalah ingatan masa lalumu atau khayalan yang tidak bisa kamu dapatkan.
Masa lalu biarlah berjalan pergi, tidak perlu berlarut disesali. Cukuplah ia menjadi guru pelajaran kehidupan yang tidak kamu lupakan.
Dan soal masa depan, jalani saja yang ada dan tidak perlu banyak mengkhayal. Masa depanmu akan baik-baik saja, selama kamu berjuang dan berdoa.
Pada akhirnya perjalanan ia pilih sebagai sarana untuk kakinya bergerak menuju dunia luar dengan pengalaman dan pertemuan-pertemuan baru yang akhirnya membentuk kembali jati diri dan hatinya.
Komentar
Posting Komentar