Aku tak apa
Langit memiliki beberapa variasi warna yang menakjubkan, saat malam ia berwarna hitam pekat, menjelang pagi berwarna jingga lalu perlahan menjadi biru, saat mendung datang menjadi kelabu, dan yang paling unik adalah langit merah jambu dikala senja.
Keindahannya tak terbantahkan karena fenomena langit adalah keindahan lukisan Tuhan yang maha kuasa. Tetapi langit akan sangat menenangkan saat ia terlihat biru, tak pernah bosan menatapnya saat membaringkan tubuh dan menatapnya dari bawah. Tepat di atas sana langit biru diiringi kapas-kapas awan putih serta burung-burung yang beterbangan bebas.
Langit biru memiliki makna mendalam bagi diri saya sendiri, hanya dengan memandangnya beberapa saat dapat menenangkan segala pikiran yang terasa rumit. Itulah mengapa banyak orang juga suka menatap laut, karena kebiruan laut itu terasa menenangkan. Kebiruannya adalah cerminan dari langit di atasnya, oleh karena itu saat langit merubah warnanya maka air laut pun akan memantulkannya.
Menatap langit biru membuat saya ingin sekali rasanya untuk meraih dan mencapainya, sejak kecil saya sangat suka menatapnya hingga bercita-cita untuk meraihnya suatu saat nanti. Namun memang belum bisa mencapainya hingga saat ini, akan tetapi saya sudah mulai beranjak untuk meraihnya. Tak pernah terpikirkan bagaimana cara meraihnya hingga akhirnya saya memutuskan untuk mendaki beberapa gunung.
Saya merasa saat mendaki gunung dapat mendekatkan saya dengan langit sedikit demi sedikit, karena beberapa orang pernah bilang bahwa gunung merupakan kaki-kaki langit. Langkah demi langkah dipijakkan semakin tinggi namun belum juga dapat meraihnya, tapi saya berhasil meraih satu tempat di atas awan. Dari sini mulai terlihat jarak antara awan dengan langit.
Akhirnya saya merasa semakin dekat dengan langit, saat berada di atas awan tepat dari puncak gunung ini. Dan benar saja di atas sana saya lebih bisa merasakan atmosfer baru dengan intensitas udara yang berbeda dari biasanya di dataran rendah sana, seakan-akan saya bisa melihat langit biru dengan jelas dan bebas.
Langit biru itu sangat jauh dan tinggi seperti mimpi-mimpi kita, itulah mengapa kita harus tetap berjuang meraih apa yang ingin kita tuju tanpa takut berapapun dan apapun yang harus kita korbankan untuk menghadapinya, karena ketika kita sampai pada titik-titik yang mendekatkan kita dengan tujuan tersebut pastinya akan terasa lebih mendebarkan.
Jalanilah apa yang selaras dengan hati dan jiwamu, dan teruslah berjuang untuk menggapainya. Karena dalam hidup itu harus memiliki pilihan jangan sampai kamu menjalani jalan yang tak selaras dengan hati dan pikiran, itu hanya akan membebanimu selama perjalanannya.
Komentar
Posting Komentar