Aku tak apa
Katanya hidup kita ini selalu ada masanya. Ada masa dimana kita belajar, berkarya, dan mengabdi.
Kalau di lihat-lihat disini ada tiga masa yang berbeda, mari kita bagi dan pahami satu demi satu dari ketiganya. Sebut saja ini adalah tiga fase kehidupan fana.
Kalau begitu mari kita perluas lagi konteks di atas menjadi masa kehidupan setiap dua puluh tahun, seperti yang kita semua ketahui rata-rata usia umat manusia adalah enam puluh tahun.
Fase pertama,
Di fase pertama ini adalah dua puluh tahun pertama yang kita sebut saja sebagai masa orientasi dan belajar. Pada masa ini seluruh upaya yang dilakukan untuk belajar. Entah itu sekolah, kuliah, bermain, bekerja, berorganisasi, dan sebagainya. Intinya semua hal ini tentang belajar dan memetakan rencana untuk masa depan.
Fase kedua,
Dua puluh tahun kedua adalah waktunya kita untuk berkarya dan berkembang. Maka dari itu di usia ini harus mulai membuat dan memiliki karya demi karya yang bisa berguna untuk umat manusia. Meskipun begitu tetap harus mengembangkan dan mempelajari ilmu yang telah dipelajari sebelumnya agar tidak usang dan stuck. Mulailah mengamalkan ilmu dan mengembangkannya sesuai tantangan dan realita yang sedang dihadapi.
Fase ketiga,
Dua puluh tahun ketiga adalah masa dimana kita harus mulai mengabdi. Setelah empat dekade belajar dan berkarya dengan kondisi fisik yang tak lagi prima untuk berkembang, maka aktivitas terbaik untuk mengisi waktu adalah melakukan kerja kebaikan dalam rangka mengabdi untuk umat manusia. Selain menjadi sarana untuk mempersiapkan bekal menghadap kepada Sang Pencipta, juga bisa mencetak generasi untuk meneruskan kebaikan.
Sudah tiga fase tertulis cukup jelas disini, jika dari pembaca ada yang memiliki tambahan bisa kontak saya ataupun tulis di kolom komentar. Lalu ada sebuah pertanyaan, bagaimana jika usia kita telah melewati batas usia fase ketiga?
Anggap saja fase bonus,
Jika kita masih diberikan usia yang panjang, maka itu ibarat bonus untuk bisa menambah bekal dan memohon ampunan karena begitulah pesan yang ditunjukkan oleh Sang Pencipta dalam surah Faathir ayat 37.
"Apakah kami tidak memanjangkan usiamu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang-orang yang mau berpikir"
Mungkin dari masa ke masa dan fase ke fase yang berikutnya inilah kita dapat mulai membuat rancangan untuk masa depan. Pada saat itu, selain memikirkan prodi apa yang dipilih saat kuliah, profesi apa yang akan menjadi pekerjaan kelak nanti, hal yang menjadi beban pikiran lainnya adalah soal kapan menikah. Pertanyaan itu seakan memberikan implikasi yang banyak, misalnya kapan mulai bisa hidup mandiri dan menghasilkan uang sendiri, kapan mulai membuat rancangan keluarga, target berapa anak, dan mau di kader jadi apa anak-anak ini nantinya.
Berhubung sekarang masih sendiri, di mulai buat rancangannya aja dulu daripada sibuk nyari pasangan malah buang-buang waktu. Bukankah lebih baik sendiri dalam ketaatan daripada berdua dalam kesesatan? Tapi lebih baik lagi sih berdua dalam ketaatan hehehe...
Makanya nikah sana. Kalau udah siap ya!
Komentar
Posting Komentar