Aku tak apa

Gambar
  Disana ada yang sedang bercengkrama dengan cerita Disana juga ada yang sedang merakit cerita Disini dalam hati tertawa ria entah gimana cara Dan sebentar lagi semua cerita benar akan bebas dalam tawa Renungan, tempat sunyi Rehat jeda dan tanpa suara Berbagi di suasana untuk menata hati Semua akan tersedia dalam cerita yang bermakna Ya, aku benar tak apa Gundah canda tawa masih tertera, Tanpa bersuara, berkata dan pasti akan menjadi rasa Yang mana semua itu tersimpan untuk kita Di tempat ini kunikmati dengan kesendirian Hanya perasaan damai dalam kesunyian Tapi sendiri bagiku tak berarti sepi

Protective

 


 

Dari kemarin pengen banget angkat topik dari peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini karena banyaknya kasus perselisihan sepasang kekasih (toxic) hingga menimbulkan kekerasan pada salah satunya atau bahkan orang lain yang menjadi sasarannya. Katanya sih karena protektif terhadap pasangannya tapi malah merusak fisik bahkan mentalnya.

Dari sudut pandang gue sih kebanyakan orang salah dalam memahami sikap protektif ini saat mereka sedang menjalin hubungan bahkan hingga ke tingkat mereka yang sudah menikah, karena itu tidak jarang kita temui kasusnya di surat-surat kabar ataupun media elektronik. Dengan berdasarkan kata “protektif” seakan-akan mereka mengikat dan mengunci pasangan mereka harus ikut dengan prinsip mereka sendiri, sehingga pasangan mereka merasa terkekang. Dan timbullah makna baru “over protektif”.

Lalu muncul rasa tak nyaman pada pasangannya dan dimulailah cheating atau sebagai macam lainnya, karena orang baru akan mudah hadir disaat hubungan sedang renggang dan akan mulai menciptakan rasa nyaman dan aman yang baru. Selalu seperti itu akhirnya dan pastinya akan menimbulkan konflik berkepanjangan apabila individu yang sebelumnya tak terima, kita sebut saja “si mantan” hihihi. Kalau sudah seperti itu hanya orang-orang yang memiliki pemikiran rasional saja yang bisa menenangkan pikirannya berbeda dengan orang-orang yang cenderung over protektif dan temperamental karena dia akan melakukan segala macam cara untuk membalasnya entah itu ke mantan pasangannya atau bisa jadi ke orang baru yang mencuri pasangannya 😫.

Pasti akan jadi pertanyaan dong “yang salah siapa nih?” kalau menurut sudut pandang saya sih jika ada kasus seperti ini ya salah mereka berdua, yang satunya terlalu mengandalkan asas pengekangan dan yang satunya lagi gak bisa memberikan solusinya. Makanya sangat penting mencari pasangan yang satu frekuensi dan bisa di ajak diskusi. Eitss menemu deh bukan mencari, capek kalau nyari gak dapet-dapet hehehe.

Jadinya “kalau kita protektif ke pasangan itu salah gak sih?”

Kalau kita protektif ke pasangan ya gak salah dong malah harus banget tapi jangan over juga dong hei. Protektif itu artinya menjaga bukan mengekang atau melarang, kebanyakan orang pahamnya mengekang sih makanya bubar deh. Sikap protektif itu harusnya yang ditingkatkan perhatiannya, pengertiannya, dan kepercayaannya terhadap pasangan jadinya kan pasangan kita juga bisa ngerasa aman dan nyaman lalu ngasih feedback yang sama baiknya ke kita, terlihat beda kan sama yang namanya “over protektif” alias mengekang atau melarang. Kita sendiri atau pasangan kita pun awalnya punya kehidupan pribadi masing-masing jadi biarkan kehidupan itu tetap berlangsung jangan terlalu ikut campur, kita hanya harus menyediakan waktu private untuk berdiskusi atau bercerita tentang hal-hal yang dilakukan diluar sehari-harinya.

Udah deh kalian-kalian yang sedang menjalin hubungan ataupun sudah menjalin hubungan yang permanen baiknya perlakukan pasangan kalian dengan sebaik-baiknya cukup fokus tingkatkan hal-hal yang membuat hubungan semakin kuat agar kehidupan tetap selaras dan harmonis meskipun tetap akan ada konflik yang hadir karena itulah seninya. Jalaninnya aja berdua masa kalau ada konflik harus menyimpan dan menyelesaikannya sendirian nanti gak kompak dong kalau begitu 😆.

Jangan ada yang comment "jomblo aja bahas ginian" ya !
Gue sadar kok gue jomblo tapi kan jomblo juga punya pendapatnya tentang hal ini 😢

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu

Sendiri

Bersamaku