Aku tak apa

Gambar
  Disana ada yang sedang bercengkrama dengan cerita Disana juga ada yang sedang merakit cerita Disini dalam hati tertawa ria entah gimana cara Dan sebentar lagi semua cerita benar akan bebas dalam tawa Renungan, tempat sunyi Rehat jeda dan tanpa suara Berbagi di suasana untuk menata hati Semua akan tersedia dalam cerita yang bermakna Ya, aku benar tak apa Gundah canda tawa masih tertera, Tanpa bersuara, berkata dan pasti akan menjadi rasa Yang mana semua itu tersimpan untuk kita Di tempat ini kunikmati dengan kesendirian Hanya perasaan damai dalam kesunyian Tapi sendiri bagiku tak berarti sepi

Cinta

 

Sebuah hal tabu yang akhirnya saya tuliskan kembali, sebuah rasa yang hadir di setiap hati seorang individu. Entah apa arti sesungguhnya cinta, yang saya tau rasa tersebut adalah rasa tertinggi dari nurani setiap manusia akan kepeduliannya. Ada pun cinta Pencipta kepada makhluknya, cinta seorang ibu kepada anaknya, dan katanya cinta sepasang insan yang terikat oleh akad namun saya tak tahu seperti apa dan masih belum percaya akan hal ini karena belum merasakannya sendiri.

Banyak teori tentang cinta yang saya baca, dan dari semua teori itu saya hanya dapat memahami bahwa cinta itu adalah rasa yang tak boleh sembarang di ungkapkan. Misalnya begini, kita sebagai umat islam mengaku bahwa kita mencintai Allah dan kita mengungkapkan itu dengan lisan kita, namun jika kita memang benar-benar mencintai-Nya seharusnya kita juga harus mengungkapkannya dengan ibadah, tetap taat menjalankan perintah-Nya, menjauhi setiap larangan-Nya. Dan sebaik-baiknya surat cinta dari-Nya adalah ayat-ayat Al-Qur'an.

Ada hal yang hingga kini pun belum saya temukan jawabannya, mengapa kita bisa mencintai Allah padahal bertemu langsung pun belum pernah. Kalau dipikir-pikir jika sesuai logika memang belum pernah bertemu, tapi saat melakukan ibadah (sholat) kita selalu menghadap kepada-Nya, bersujud kepada-Nya, hingga selalu memohon kepada-Nya. Aneh bukan?

Ya memang aneh, tapi itulah bukti kecintaan kita dalam mengimani-Nya.

Mungkin kelak cinta saya kepadamu juga akan seperti cara saya mencintai Allah, dengan tindakan-tindakan yang mungkin tak kita sangka dan juga pertemuan yang tak terduga, kita belum pernah bertemu, belum pernah bertegur sapa juga, tapi saya selalu memintamu kepada-Nya. Aneh bukan?

Se-aneh itukah hal yang disebut cinta?

Semoga kelak Allah mempertemukan kita, dua insan yang saling mencinta dan sama-sama Mencintai-Nya. 

 

Untukmu yang kelak ditakdirkan bersama saya

yang entah ada di planet mana... wkwk

Dari insan yang pernah jatuh cinta namun jatuh tanpa cinta.

 

*Saya berharap semoga itu adalah kamu, kamu yang berhasil mengetuk dan membuka pintu hati yang telah lama terkunci.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu

Sendiri

Bersamaku