Aku tak apa
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Marhaban Ya Ramadhan, bulan yang sangat saya nanti-nantikan kedatangannya, bulan dimana banyak terciptanya kenangan-kenangan yang tak akan pernah terlupakan, dan bulan yang paling membuat saya khawatir setiap kali menyambutnya, karena dalam beberapa tahun silam selalu mendapati kepulangan orang-orang berharga kehadapan-Nya beberapa hari sebelum ramadhan tiba.
Ramadhan tahun ini kita semua masih dan terus berkutat dengan protokol-protokol kesehatan COVID-19 yang tak kunjung usai, dan bagi saya sendiri ramadhan tahun ini memiliki kesan yang sangat berbeda dibandingkan ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya. Karena di tahun ini adalah ramadhan pertama dimana saya sudah mulai bekerja setiap harinya, sehingga harus memulai mengatur kebiasaan baru untuk dapat menyesuaikan diri dan menyeimbangkan urusan dunia dan amalan akhirat di bulan yang mulia ini.
Saya bekerja di wilayah Serpong dan setiap harinya saya pulang-pergi dari Jakarta, menikmati perjalanan sehari-hari pergi saat fajar mulai menampakkan dirinya dan pulang disaat senja sedang indah-indahnya. Ramadhan kali ini sangat terasa berbeda karena yang biasanya saya dapat memaksimalkan ibadah dari malam hingga pagi menjelang kini sudah tak bisa lagi. Belum lagi saat waktu berbuka, biasanya saya bisa merasakan hangatnya berbuka bersama keluarga dirumah namun kini hal itu hanya bisa dirasakan saat weekend tiba saja. Namun, banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan untuk mensiasati hal-hal yang tadinya terlihat tidak mungkin menjadi mungkin. Saya akan membahasnya satu persatu.
Mari kita bahas bagaimana caranya mengatasi agar bisa tetap efisien dalam beribadah, pertama-tama analisa waktu dan keadaan serta berdoa kepada Allaah SWT memohon agar bisa istiqomah menjalani ini semua tanpa harus ada ibadah yang terlewati. Awalnya saya mengira ramadhan kali ini akan terasa lebih berat dan saya kurang percaya diri akan kuat atau tidak menjalani puasa sambil bekerja apalagi perjalanan yang saya tempuh cukup jauh sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan saat berangkat dan 1,5 hingga 2 jam perjalanan saat pulang, belum lagi ternyata jam kerja di kantornya pun normal seperti pada hari-hari biasa masuk jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore.
Pada hari pertama menyambut datangnya ramadhan saya dihadapi oleh beberapa rintangan sepulangnya dari kantor, di perjalanan saya disambut hujan lebat dan macetnya lalu lintas sehingga menyebabkan saya harus tarawih sendiri dirumah, sangat sedih rasanya karena saya biasa melaksanakan tarawih di mushollah terdekat dari rumah. Namun, Alhamdulillah saya masih bisa ikut kegiatan rutin selepas tarawih yaitu membimbing anak-anak Tadarus Al-Qur’an bersama teman-teman saya yang lainnya. Kami memang biasa memulainya pukul 9 malam dan selesai pukul 11 malam lalu dilanjutkan dengan makan bersama dan biasanya peserta Tadarus akan bermalam di mushollah hingga jadwal sahur tiba, namun sedihnya tahun ini saya tak bisa ikut untuk bermalam dikarenakan pagi harinya sudah harus bertugas lagi mencari nafkah untuk keluarga dirumah.
Yups Marhaban Ya Ramadhan tibalah hari pertama ramadhan, menyambutnya dengan rasa bahagia dan penuh semangat saya mulai sahur pukul 4 pagi dan dilanjutkan dengan aktivitas seperti biasa, Alhamdulillah puasa hari pertama berjalan dengan lancar hingga pulang kantor pukul 5 sore. Nah, selepas itu saya mulai berpikir dimana saya akan berbuka puasa nanti hehe maklum baru mulai mengatur kebiasaan baru. Dan akhirnya terpikirkan satu tempat dimana saya biasa singgah setiap pulang kerja saat maghrib menjelang yaitu adalah Masjid Ikhwanul Muslimin di wilayah kalibata, jika ada yang bertanya-tanya mengapa disitu alasannya karena memang kalibata adalah salah satu rute yang saya lewati saat pulang kerja. Kita lanjut lagi ya, Alhamdulillah di hari pertama puasa saya sampai tepat waktu adzan maghrib berkumandang di masjid tersebut karena jalanan sekitar sangat lancar tanpa hambatan walaupun disertai hujan yang cukup deras. Saya sudah cukup kenal dengan remaja dan dkm masjid tersebut sehingga sesampainya disana saya diberikan makanan dan minuman untuk berbuka, walaupun sebenarnya saya juga membawa takjil untuk berbuka hehehe.
Selepas sholat maghrib dan berbuka saya langsung menempuh perjalanan kembali karena saya sangat menginginkan sholat tarawih berjamaah di mushollah dekat rumah saya sekeluarga, Alhamdulillah kali ini semua rencana yang saya buat dipermudah oleh Allaah SWT. Dan benar saja saya sampai rumah kurang lebih 10 menit sebelum adzan isya’ berkumandang, sesampainya dirumah saya segera bebenah dan bersiap untuk ke mushollah. Sangat senang rasanya bisa kembali sholat tarawih berjamaah dan bertemu teman-teman yang lainnya, karena seperti yang kalian semua tau kondisi tempat ibadah saat ramadhan datang pastilah disambut oleh banyak orang membuat saya khawatir tidak kebagian shaf hehe. Alhamdulillah saya tetap kebagian shaf meskipun paling belakang, selepas tarawih barulah saya makan dan istirahat dirumah sebelum memulai kegiatan selanjutnya seperti yang sudah saya jelaskan di atas tadi. Dan biasanya anak-anak tersebut akan datang kerumah saya dan memanggil-manggil agar saya cepat memulai kegiatan malam kita, suasana ramadhan memanglah momen-momen yang paling saya rindukan hehehe.
Banyak sekali momen yang tak terlupakan setiap bulan ramadhan, belum lagi momen-momen sewaktu saya masih kanak. Dulu pun saya sama seperti mereka yang selalu semangat untuk melakukan kegiatan malam di musholla, dan itulah alasan kenapa saya merasa memiliki tanggung jawab untuk terus meneruskan tradisi yang ada setiap tahunnya. Belum lagi serunya momen membangunkan warga untuk sahur dengan alat-alat marawis ataupun hadroh, karena kalau sekarang anak-anak lebih suka untuk bermain hadroh. Yang tak kalah serunya lagi yaitu sesi makan-makan setelah kegiatan Tadarus, anak-anak tersebut pasti berlomba-lomba berebut dan menghabiskan makanan yang ada hahaha.
Kurang lebih seperti itulah ramadhan tahun ini, sangat banyak perubahan dan perbedaan dari biasanya. Namun, jika kita sudah niatkan dan jalani dengan sepenuh hati semua itu tak akan terasa berat karena tidak jarang orang-orang yang sudah cukup kenal dan akrab dengan saya menanyakan perihal “capek/lelah” tetapi semua itu akan hilang jika kita menjalaninya dengan ikhlas dan penuh semangat, niscaya karena pertolongan Allaah SWT semua hal akan terasa mudah dan indah. Saya pun merasa bahwa pada ramadhan kali ini hidup saya menjadi lebih teratur dan seimbang.
Untuk teman-teman yang membaca tulisan saya ini, saya mohon doanya semoga saya bisa selalu istiqomah di jalan yang sedang saya tempuh ini, kurang lebihnya demikianlah pengalaman saya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar